Inilah Salah Satu Cara Melatih Konsistensi

Sahabat IPPAQI,

  • Pernah mencoba berjanji pada diri sendiri untuk selalu membaca al-qur’an setiap hari minimal satu lembar tapi sering ga konsisten?
  • Pernah punya mimpi, pengen kurus dengan tidak makan malam di atas jam 7 malam? Namun hanya bertahan tiga hari saja. 
  • Pernah berazzam untuk tidak terlambat masuk kantor tapi ternyata ada saja halangan selama perjalanan ke kantor?

Nah, semua itu hanya mimpi kalau tidak dibarengi dengan motivasi yang kuat serta konsistensi untuk berubah. 

 

Oh iya, pernah dengar istilah hukum 21/90 ? Istilah ini diperkenalkan dari bukunya DR Maxwell Maltz, seorang ahli bedah plastik. Pada tahun 1960 Maxwell mengamati pasien-pasien yang diamputasi. Ternyata mereka memerlukan waktu rata-rata 21 hari untuk beradaptasi terhadap kehilangan anggota tubuhnya. Berdasarkan pengamatan itu, Maxwell mengambil kesimpulan pendek bahwa manusia memerlukan waktu sekitar tiga minggu untuk mengadaptasikan diri terhadap perubahan-perubahan di dalam hidup. 

 

Ada juga penelitian terbaru dari university College London yang dipublikasikan di jurnal psikologi. Ternyata waktu yang diperlukan untuk menciptakan habit atau kebiasaan itu bervariasi, tergantung tingkat kesulitan perilaku yang diinginkan. Kurang lebih antara 21 hari sampai 66 hari (sekitar  dua bulan) yang menjadi batas universal).

 

Hukum ini kemudian dikembangkan dengan berbagai macam versi. Tergantung kebutuhan masing-masing orang. Cara kerja hukum ini adalah setiap hari konsisten melakukan minimal satu perubahan yang memang menjadi target. Kalau pada hari ke 19 misalnya, kita tidak melakukan kebiasan itu, maka, hari berikutnya, kita harus mengulangnya dari pertama lagi, alias dihitung dari hari pertama lagi. Karena kan sempat bolong. Begitu seterusnya. Mantab jiwa yaa. Berani mencobakah?

 

Coba tengok sejenak para tentara yang memiliki stamina luar biasa. Mereka dilatih untuk melakukan sesuatu yang bisa saja hal yang baru secara terus menerus sehingga melahirkan stamina luar biasa tadi. Karena menurut sebuah penelitian, perubahan perilaku itu bisa terjadi bila dilakukan secara terus menerus selama 21 hari tanpa putus. Demikian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Drg. Tri Erri Astoeti, MKes melalui web resminya CNN. Ustadz Felix Xiauw dalam bukunya How to Manage your Habbit  menjelaskan bahwa perlu waktu 30 hari untuk menginstall kebiasaan baru. Namun diperlukannya repetisi, perlakuan yang berulang selama 90 hari untuk kemudian menjadikannya kebiasaan yang melekat. Tahu kenapa? Karena otot tubuh kita sudah disetting untuk berpola melakukan hal itu secara berulang. Yang bila tidak dilakukan, bisa ‘nagih’ untuk kembali melakukan kebiasaan itu. 

Kebayang dong serunya berlatih konsistensi.

Sederhananya, hukum 21/90 itu :

“It takes 21 days to create a habit” 

“It takes 90 days to create a lifestyle”

 

Kira-kira pengertiannya “dibutuhkan 21 hari untuk menciptakan sebuah kebiasaan” dan “dibutuhkan 90 hari untuk menciptakan sebuah gaya hidup”. Jangan berhenti ketika 21 hari pertama berhasil, lanjutkan hingga hari ke 90. Rasakan bedanya. Ada yang berubah dari cara kita berpikir, tubuh pun akan meminta ‘hak’ kebiasaan itu untuk dilakukan kembali.

 

Lalu, mengapa tak kita lakukan hukum 21/90 ini untuk kebaikan-kebaikan baru yang akan memberatkan bekal akhirat kita?

 

Coba kita tengok salah satu hadist Rosulullah di bawah ini :

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتْ الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit.” Al Qasim berkata; Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.” ( HR Muslim)

Jadi, mau menambah kebiasaan baik apakah, Sahabat?

Yuk, kita mulai sekarang. (IK)