Guru Al-Qur’an Disiapkan Berstandar BNSP, IPPAQI Jateng Perkuat Kompetensi Pendidik

Temanggung (Humas) – Mengajarkan Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan mampu membaca, tetapi membutuhkan kompetensi, metode pembelajaran yang tepat, dan kemampuan mengelola kelas. Komitmen memperkuat kualitas tersebut diwujudkan DPW Ikatan Pendidik PAUD Al-Qur’an Indonesia (IPPAQI) Jawa Tengah melalui Pra Sertifikasi BNSP Guru Pengajar Al-Qur’an di INISNU Temanggung, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta dari 11 DPC IPPAQI se-Jawa Tengah. Hadir Pembina DPP IPPAQI sekaligus Ketua JQH Pusat KH. Saifullah Maksum, Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Tengah Moch. Fatkhurronji, serta Kasi PD Pontren Kankemenag Temanggung Mad Safi’i.

Ketua DPW IPPAQI Jawa Tengah Indah Wahyuningsih mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan guru menuju standardisasi kompetensi secara nasional.

“Kami ingin para pendidik Al-Qur’an tidak hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga kompetensi yang terukur dan memiliki standar yang jelas. Ini bagian dari ikhtiar IPPAQI agar pendidikan Al-Qur’an, khususnya PAUD Al-Qur’an, semakin berkualitas dan diakui secara nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng Moch. Fatkhurronji menyebut IPPAQI sebagai salah satu mitra terbaik Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an.

“IPPAQI menjadi mitra terbaik karena memiliki peran yang sangat jelas, yaitu membumikan Al-Qur’an dan melangitkan manusia. Karena itu, penguatan kompetensi guru Al-Qur’an harus terus dilakukan melalui metode pembelajaran, standar kompetensi, dan pengelolaan kelas yang baik,” tegasnya.

Pembina DPP IPPAQI sekaligus Ketua JQH Pusat KH. Saifullah Maksum menekankan pentingnya tanggung jawab dan profesionalisme guru dalam mengajarkan Al-Qur’an. Menurutnya, pendidik harus memastikan materi yang disampaikan benar, terutama dalam ketepatan membaca Al-Qur’an, serta terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan berkelanjutan. Peserta yang telah memenuhi kompetensi selanjutnya diarahkan mengikuti asesmen dan sertifikasi BNSP sebagai bentuk pengakuan kompetensi secara nasional.

Narasumber Dr. KH. Abdul Rosyid, menyampaikan materi secara interaktif dengan penguatan keilmuan Al-Qur’an. Peserta diajak memahami sekaligus mengukur kesiapan kompetensinya melalui proses pembelajaran dan praktik. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal peserta untuk mengikuti asesmen standardisasi BNSP Guru Ngaji sehingga hadir pendidik Al-Qur’an yang semakin kompeten, profesional, dan berkualitas. (rk)