Karanganyar (IPPAQI) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Pendidik PAUD Al-Qur’an Indonesia (IPPAQI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2026 di Pondok Sari 1 Hotel & Restoran, Tawangmangu, Karanganyar, Kamis (11/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi PAUDQu dalam Mewujudkan Generasi Qurani Unggul”.
Rakerwil ini diikuti jajaran pengurus DPW dan DPC IPPAQI se-Jawa Tengah sebagai forum strategis untuk merumuskan program kerja, evaluasi organisasi, serta penguatan koordinasi kelembagaan.
Dalam arahannya, Pembina Kehumasan Roni Kustanto, menegaskan bahwa PAUD Al-Qur’an merupakan organisasi mitra yang memiliki keistimewaan karena mengemban misi keagamaan.
“Segala sesuatu yang bersanding dengan Al-Qur’an akan bernilai baik. Karena itu, pengelolaan organisasi harus dilandasi niat ibadah dan profesionalitas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, khususnya dalam manajemen waktu. Menurutnya, budaya tepat waktu harus menjadi karakter seluruh pengurus dan peserta kegiatan.
Sementara itu, Ketua DPW IPPAQI Jawa Tengah Indah Wahyuningsih, menyoroti pentingnya penguatan eksistensi organisasi. Ia menyampaikan bahwa IPPAQI Jateng tengah mendorong sosialisasi dan penguatan identitas PAUD Al-Qur’an agar dapat menjadi percontohan di tingkat nasional.
“Setiap pengurus harus bekerja secara profesional sesuai bidangnya. Tanggung jawab kepemimpinan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh karena membawa nama lembaga,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh gerakan IPPAQI Jawa Tengah harus selaras dengan kebijakan Kementerian Agama serta mencerminkan aspirasi lembaga binaan di daerah. Oleh karena itu, soliditas dan sinergi antar pengurus menjadi kunci keberhasilan program.
Dalam sesi pembahasan program kerja, Rakerwil menyoroti percepatan administrasi dan sinkronisasi data Education Management Information System (EMIS). Hingga saat ini, capaian pelaporan data baru mencapai sekitar 15 persen di tingkat pusat.
DPW IPPAQI Jateng menetapkan batas akhir pelaporan Berita Acara Pendataan (BAP) EMIS oleh seluruh DPC pada akhir April 2026. Pengisian data juga harus tuntas hingga tahap verifikasi dan validasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) serta peserta didik (PD), termasuk memastikan seluruh siswa memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai syarat penerbitan e-ijazah.
Rakerwil juga membahas pelaksanaan Panggung Al-Qur’an Tahun 2026 yang mengalami penyesuaian skema pendanaan dan manajemen. Seleksi tingkat DPC ditargetkan selesai sebelum akhir April, dilanjutkan seleksi tingkat DPW pada 26 April 2026. Adapun pelaksanaan tingkat nasional diperkirakan berlangsung pada akhir Mei atau awal Juni 2026.
Di bidang Dana dan Usaha (Danus) serta organisasi, forum menekankan pentingnya standardisasi atribut dan tertib administrasi keuangan. DPW juga akan membentuk grup koordinasi khusus yang melibatkan ketua dan bendahara guna memastikan komunikasi dan pengelolaan keuangan berjalan efektif.
Melalui Rakerwil ini, DPW IPPAQI Jawa Tengah berharap seluruh program kerja dapat berjalan optimal serta memperkuat peran PAUD Al-Qur’an dalam mencetak generasi Qurani yang unggul dan berdaya saing.(RK)